Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta - Berita

Home » Berita »

Kejati DIY Sapa Pendengar RRI Pro 1 Yogyakarta

28 Oktober 2019 - Berita Kejaksaan

Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, Senin (28/09), Kejati DIY kembali melakukan program Pembinaan Taat Hukum (Binmatkum) Jaksa Menyapa di RRI Pro 1 Yogyakarta.  Bertindak sebagai narasumber, Muhamad Yunus, S.H., M.H (Koordinator pada Asisten Intelijen), Yohanes Priadi, S.H., M.H (Koordinator pada Asisten Intelijen) dan Ninik Rahma Dwihastuti, S.H., M.H (Kasi Bidang Penerangan Hukum) membahas mengenai “Peran Kejaksaan dalam Penegakan Hukum”.

Dalam giat dialog interaktif ini, materi yang disampaikan yaitu terkait tugas pokok dan fungsi dari kejaksaan dan peran TP4D serta bidang intelijen dalam penegakan hukum. Ninik Rahma Dwihastuti, S.H., M.H menyatakan, sesuai dengan Pasal 30 UU No 16 Tahun 2004, terdapat tiga tugas pokok dan wewenang dari Kejaksaan Republik Indonesia yaitu penuntutan, pengawasan dan penyelidikan. Menurut pasal 30, Jaksa juga dapat melakukan penyidikan tambahan atas izin dari kepolisian apabila berkas yang terlampir dirasa belum lengkap.  Kejaksaan dibagi menjadi tiga bidang yaitu Pidana, Tata Usaha Negara dan Intelijen. Muhamad Yunus, S.H., M.H menambahkan bahwa bidang Intelijen di Kejaksaan bertugas untuk mensosialisasikan hal-hal terkait penerangan hukum kepada siswa-siswi SD, SMP, SMA, perangkat desa, serta masyarakat umum. Kasi Penerangan Hukum, Ninik Rahma Dwihastuti, S.H., M.H juga menjelaskan beberapa program yang dimiliki bidang intelijen diantaranya Jaksa Masuk Sekolah (JMS), Jaksa Menyapa, Pembinaan Masyarakat Taat Hukum (Binmatkum) dan Pos Pelayanan Hukum (PPH). Jaksa Masuk Sekolah adalah upaya preventif dari bidang intelijen yang diadakan setiap bulan dan menyasar siswa-siswi untuk membentuk karakter agar paham akan batasan-batasan hukum. Materi yang paling sering dibawakan adalah mengenai bullying, UU Anti Korupsi, Penyalahgunaan Narkoba, UU ITE dan hoax.

Selain bidang intelijen, Kejaksaan juga memiliki TP4D yaitu bidang yang berfokus dalam mengawal mengamankan dan mendukung keberhasilan pemerintahan dan pembangunan melalui upaya-upaya pencegahan preventif dan persuasif. TP4D juga melakukan penerangan hukum kepada BUMD, BUMN dan instansi pemerintahan. “Apabila ada kendala dalam proyek pembangunan, jaksa lewat TP4D dapat memberi pertimbangan hukum,” ujar Ninik Rahma Dwihastuti, S.H., M.H.

 Radio RRI Pro 1 Yogyakarta juga memberi kesempatan kepada para pendengar untuk mengajukan pertanyaan pada program Jaksa Menyapa yang berlangsung dari pukul 15.00 hingga 16.00 WIB ini. Hasan dari Pleret, Bantul bertanya mengenai faktor-faktor yang membuat masyarakat enggan melaporkan masalah hukum yang sedang dihadapi. Pertanyaan tersebut dijawab oleh Muhamad Yunus, S.H., M.H yang mengatakan bahwa di masyarakat masih melekat stigma “salah” apabila berurusan dengan jaksa. Masyarakat boleh bertanya apapun, jaksa tidak perlu ditakuti karena jaksa adalah sahabat masyarakat. Yohanes Priyadi, S.H., M.H menyatakan hal yang sama, menurutnya, masyarakat masih segan untuk datang ke kejaksaan, padahal kejaksaan sangat membutuhkan peran dari masyarakat agar tidak terjadi pelanggaran-pelanggaran hukum. Senada dengan Yohanes, Ninik Rahma Dwihastuti, S.H., M.H kembali menegaskan bahwa jaksa tidak menutup diri untuk pelayanan informasi publik seperti perceraian, perkawinan dan hak waris.

Pertanyaan kedua tentang penyebab klitih datang dari Anwar di Sleman. Ia bertanya apakah kejaksaan menangani masalah klitih yang disebabkan oleh ketidakharmonisan keluarga, Ninik Rahma Dwihastuti selaku Kasi Penerangan Hukum menjawab bahwa  peran kejaksaan hanya sebatas memberi pembinaan dan pelayanan hukum di ruang lingkup sekolah, namun data-data sindikat klitih tetap menjadi pantauan Kejati DIY.

Sesi dialog interaktif ditutup dengan pernyataan dari Bapak Muhamad Yunus, S.H., M.H mengenai TP4D yang selalu berusaha memupuk kepercayaan seluruh lapisan masyarakat khususnya BUMD, BUMN dan instansi pemerintah dengan tujuan mempercepat proyek pembangunan di Indonesia.

(#8 views)

  Kirim ke Teman    Cetak halaman ini    Posting komentar   Share on Facebook

Berita Terkait

Komentar Untuk Berita Ini (0)

Pejabat Struktural

PENDAPAT

Bagaimana tentang pelayanan Kejaksaan menurut Anda ?






Lihat Hasil

Statistik

Pengunjung Saat Ini 2
Dikunjungi 46049

AGENDA

November 2019
MSSRKJS
01
02
03
04
05
06
07
08
09
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30

    Testimonial

    "Tegakkan hukum terutama berantas korupsi jangan tebang pilih..sem ua sama di mata hukum..!"
    Dwiyanto , Wiraswasta (Jl Jambon Km 1,2 Sleman)
    "Berantas korupsi sejak dini dimulai dari sekarang dan lingkungan terdekat kita. SAY NO TO CORRUPTION !"
    Hafiz R.R , Pelajar (Jl. Magelang Km 1,4 Yk)
    "Wujudkan tata kelola pemerintah an yang baik (good governance ) dan merubah persepsi masyarakat yang negatif terhadap kinerja Kejaksaan."
    Sigit Hardiyanto , Karyawan Swasta (Jl. Jambon 105 Sleman)
    "koruptor makin bengis, ibu pertiwi menangis, mari bergerak sinergis ! #LAWAN-KOR UPSi"
    Nur Avicenia , mahasiswa (Banguntapan)
    seribu-kunan g-kunang.blo gspot.com
    ""
    ()

    Tambah | Lihat