Home » Berita »

UNY - Kejati DIY Kerjasama Kawal Proyek Ratusan Miliar

29 Agustus 2017 | 13:24 - Berita Kejaksaan

Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menjalin kerjasama dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY dalam penanganan hukum bidang perdata dan tata usaha negara. Kerjasama yang ditandatangani Selasa (29/8) siang dilakukan guna mengamankan proyek bernilai ratusan miliar.

Kerjasama ini merupakan kerjasama kedua antara UNY dan Kejati DIY. Kerjasama pertama ditandatangani tahun 2015 silam dan telah berakhir pada April 2017 lalu. kerjasama yang baru saja diperpanjang akan berlaku selama 2 tahun.

Kajati DIY Sri Harijati P SH MM mengatakan, kerjasama yang telah berlangsung berhasil melakukan perlindungan hukum atas proyek senilai Rp319 miliar lebih. Proyek besar itu teriri dari pembangunan gedung dan pengadaan peralatan senilai Rpp299.6 miliar, serta pembangunan struktur gedung perkuliahan dan lab pasca sarjana senilai Rp20.2 miliar.

“MoU sudah berjalan dua tahun ada akan menginjak 2 tahun berikutnya. Mudah-mudahan segera ditindaklanjuti dengan Surat Kuasa Khusus (SKK). Karena MoU tanpa SKK tidak ada artinya. Apalagi kerjasama yang sudah berlangsung telah berhasil dengan baik,” ucap Kajati usai penandatanganan MoU di Gedung Rektorat UNY, Selasa.

Kajati menjelaskan, keberhasilan yang telah diraih semestinya tidak membuat lengah. Sebab, tantangan ke depan akan semakin besar. Banyaknya pihak yang berkepentingan akan membuat proyek yang digarap UNY semakin rentak konflik. “Sudah ada 4 proyek besar yang menunggu pendampingan hukum,” terang Kajati.

Nilai empat proyek yang akan digarap UNY mencapai Rp337 miliar lebih. Terdiri dari proyek pembangunan gedung perkuliahan dan laboratorium program pasca sarjana tahap II senilai Rp20.8 miliar, pembangunan gedung senilai Rp279.5 miliar dan pengadaan alat senilai Rp20 dengan dana hibah dari Islamic Development Bank (IDB).

Berikutnya, pembangunan gedung digital library yang merupakan rescoping loan IDB senilai Rp26.1 miliar lebih, dan teraakhir pembangunan gedung parkir senilai Rp10.5 miliar dengan sumber dana dari PNBP.
Rektor UNY Prof Dr Sutrisna Wibawa MPd mengatakan, pendampingan pengadaan barang dan jasa di lingkungan kampus UNY telah berjalan dengan baik. Kerjasama perlu diperpanjang karena UNY masih memiliki banyak proyek besar yang akan dikerjakan.

“Ada 13 gedung yang akan dibangun dalm dua bulan ke depan. Mayoritas didanai dari IDB. Dengan pendampingan dari Kejati, kami lebih percaya diri. Aspek transparansi lebih terjamin dan efektivitas dalam hal pertanggungjawaban juga lebih baik,” katanya.

Ia menambahkan, saat ini UNY mengelola dua sumber dana. Sumber pertama berasal dari APBN sedangkan sumber kedua berasal dari masyarakat. “Rupiah murni yang dari APBN mencapai 60 persen, sedangkan dana dari masyarakat mencapai 40 persen. Semuanya ada pengadaan,” pungkasnya. 

(#7 views)

  Kirim ke Teman    Cetak halaman ini    Posting komentar   Share on Facebook

Komentar Untuk Berita Ini (0)

Pejabat Struktural

Statistik

Guest Online 71
Visited 14096