Dialog Interaktif Dalam Program Jaksa Menyapa Di Radio RRI PRO 1 Yogyakarta

Berita Kejaksaan12 Mei 2022

Dialog Interaktif Jaksa Menyapa dengan nara sumber Kasi Penerangan Hukum Kejati DIY, Sarwo Edi, S.H. dengan membawakan tema “Datun Suluh Praja Kalurahan”, Kamis (12/5/2022) bertempat di studio RRI PRO 1 Jogja, Jl. Achmad Jazuli No.4 Kotabaru Yogyakarta.

Nara sumber menjelaskan tindak kejahatan yang dilakukan oleh pelaku klitih tidak hanya sebatas penganiayaan, vandalisme, pengeroyokan, pengrusakan fasilitas umum. Perbuatan klitih yang disertai kekerasan membuat masyarakat cemas dikarenakan sebab yang ditimbulkan sepertipengrusakan fasilitas umum , penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Perlu penegakan hukum dan kebijakan hukum pidana dalam penanggulangan perbuatan klitih yang disertai kekerasan di wilayah hukum DIY dengan melakukan upaya non penal (preventif) dan upaya Penal (represif) (upaya penanggulangan setelah terjadi kejahatan).

Aksi klitih dapat dikategorikan sebagai tindak pidana penganiayaan atau pengeroyokan. Tindak pidana penganiayaan, di antaranya, diatur dalam Pasal 351 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”) yang berbunyi : (1) Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah, (2) Jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun.

Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (“UU 11/2012”). Pasal 1 angka 3 UU 11/2012 menerangkan bahwa anak yang berkonflik dengan hukum adalah anak yang telah berumur 12 tahun, tetapi belum berumur 18 tahun yang diduga melakukan tindak pidana.

Pada tingkat penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan perkara anak di pengadilan negeri wajib diupayakan Diversi (pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana) yang hanya dilaksanakan dalam hal tindak pidana yang dilakukan dengan syarat diancam dengan pidana penjara di bawah 7 tahun dan bukan merupakan pengulangan tindak pidana.

 


📽Video lengkapnya dapat disimak di kanal youtube : https://www.youtube.com/watch?v=p1fgTePA0qA&ab_channel=KejatiJogja

@kejaksaan.ri #Kejaksaan #KenaliHukumJauhkanHukuman #JaksaProfesional #jaksamenyapa #wbk2022 #kejaksaanhebat #kejaksaanRI #penguatan

Komentar Untuk Berita Ini (0)