Generasi Antikorupsi di SDN Karangmulyo Yogyakarta

Berita Kejaksaan27 September 2019

Jumat (27/09), Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta mengunjungi SDN Karangmulyo Yogyakarta untuk mengadakan Program Pembinaan Masyarakat Taat Hukum (Binmatkum) Jasa Masuk Sekolah. Sosialisasi ini bertemakan “Generasi Antikorupsi” dengan pesera  yaitu murid kelas IV dan V SD Negeri Karangmulyo beserta guru pendamping yang berjumlah 47 orang.

Bertindak sebagai narasumber, Ibu Arifia Minarti, S.H. (Jaksa Fungsional pada Asisten Intelijen Kejati DIY) membawakan materi mengenai Generasi Antikorupsi. Sosialisasi tersebut disampaikan melalui pemutaran film pendek yang berjudul “Subur itu Jujur”  yang mana dalam film tersebut terdapat beberapa pesan moral yakni tidak boleh korupsi  waktu, berbuat curang, serta harus bersikap jujur dalam kehidupan sehari-hari. Ibu Arifia juga menjelaskan adanya undang-undang yang menyangkut korupsi yaitu Undang-Undang 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Materi yang dibawakan mengenai korupsi yang kerapkali dijumpai dalam ruang lingkup keluarga, masyarakat, dan sekolah. “Misalnya, adik-adik minta uang sepuluh ribu untuk beli LKS, padahal uangnya untuk beli permen, nah itu termasuk korupsi dalam keluarga. Kalau di sekolah, anak-anak yang mencontek juga masuk kedalam tindakan korupsi”, ujar Ibu Arifia.

 Sosialisasi ini penting dilakukan untuk mengajarkan dan melatih kejujuran anak sejak usia dini sehingga tindakan korupsi dapat diminimalisir. Program Jaksa Masuk Sekolah ditutup dengan  yel-yel Indonesia Antikorupsi yang diikuti oleh anak-anak SDN Karangmulyo. Ibu Arifia Minarti, S,H juga berpesan kepada guru-guru bahwa salah satu indikator dalam penilaian adalah kejujuran dari siswa itu sendiri.

.

Komentar Untuk Berita Ini (0)