KAJATI PIMPIN RAPAT KOORDINASI PAKEM DIY

Berita Kejaksaan03 November 2015

Selasa (03/11) Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati)  DIY Tony T. Spontana, SH. M.Hum memimpin rapat koordinasi Tim Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (PAKEM) Provinsi D.I. Yogyakarta yang bertempat di ruang rapat Kajati DIY. Rapat dihadiri oleh anggota tim PAKEM dari unsur Kemenag Provinsi DIY, Korem 072/Pmk, Bakesbanglinmas DIY, Badan Intelijen Negara (BIN) DIY, Satpol PP DIY, Biro Kesra DIY, Dinas Kebudayaan DIY, Dikpora DIY, dan MUI DIY

Rapat Koordinasi PAKEM Provinsi DIY ini rutin diadakan yang membahas tentang maraknya isu terkini mengenai aliran kepercayaan masyarakat dan beberapa kegiatan pendangkalan aqidah serta aliran sesat yang sekarang ini berkembang di Provinsi DIY.

Dalam paparannya Kajati DIY menyampaikan tentang peranan Kejaksaan dalam Pengawasan Aliran Kepercayaan yang dapat meresahkan dan membahayakan masyarakat dan negara serta pencegahan penyalahgunaan dan/atau penodaan agama yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 16 tahun 2014 tentang Kejaksaan R.I. yang merupakan lingkup tugas, wewenang serta fungsi Kejaksaan di bidang Intelejen Yustisial (Law Intellegence) berupa kegiatan penyelidikan, Pengamanan dan Penggalangan. Yang selanjutnya oleh Jaksa Agung dibentuk Tim PAKEM tingkat Pusat, Provinsi dan Kabupaten yang memiliki peran penting terhadap status penilaian apakah kepercayaan atau agama yang dianut seseorang tersebut sesat/menyimpang sehingga berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat atau tidak.

Plh. Kasi Sosial dan Politik pada Bidang Intelijen Kejati DIY, Asep Saiful Bachri, SH menjelaskan di D.I. Yogyakarta tercatat terdapat 79 aliran kepercayaan masyarakat yang tersebar. Yakni, Kota Yogya 17 aliran, Sleman 25 aliran, Wates 17 aliran, Bantul 15 aliran dan Wonosari 5 aliran.

Asep menambahkan nantinya Tim PAKEM akan terus memantau dan menganalisa setiap informasi dan laporan tentang jenis kegiatan dari aliran kepercayaan tersebut, sehingga dapat dinilai apakah dampak kegiatannya mengganggu atau tidak bagi ketertiban dan ketentraman umum.

Humas kejati DIY

Komentar Untuk Berita Ini (0)