Kejari Sleman Hentikan Penuntutan 2 Perkara Berdasarkan Keadilan Restoratif

Berita Kejaksaan08 Maret 2021

Senin (08/03/2021) Kejaksaan Negeri Sleman, menghentikan penuntutan berdasarkan keadilan restoratif terhadap dua perkara yaitu kecelakaan lalulintas dengan korban mengalami luka-luka berat dan penganiayaan dengan korban mengalami luka-luka.

Penghentian penuntutan berdasarkan Peraturan Kejaksaan RI No. 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif. Serta dalam rangka melaksanakan salah satu dari 7 Program Kerja Prioritas Kejaksaan RI Tahun 2021, yakni Penegakan Hukum Yang Berkeadilan, serta Memberikan Kemanfaatan, Khususnya Dalam Upaya Memulihkan Korban Kejahatan dan Memperbaiki Pelaku.

Syarat Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif antara lain pelaku/tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana, tindak pidana hanya diancam dengan pidana denda atau dengan diancam pidana penjara tidak lebih dari 5 (lima) tahun dan tindak pidana dilakukan dengan nilai barang bukti atau nilai kerugian yang ditimbulkan akibat dari tindak pidana tidak lebih dari Rp. 2,5 juta. Selain itu juga ada kesepakatan perdamaian antara pelaku dengan korban, dimana Jaksa Penuntut Umum bertindak sebagai fasilitator yang tidak memihak kepada salah satu pihak.

Jaksa Penuntut Umum saat melakukan penelitian berkas perkara memeriksa apakah perkara dimaksud memenuhi syarat untuk dilakukan penghentian penuntutan perkara berdasarkan keadilan restoratif. Setelah dilakukan penerimaan tersangka dan barang bukti, dilakukan upaya perdamaian dan proses perdamaian kepada tersangka dan korban di kantor Kejaksaan Negeri

Komentar Untuk Berita Ini (0)