Pentingnya Pencegahan Kenakalan Remaja di SD Lempuyangwangi

Berita Kejaksaan30 Oktober 2019

Kenakalan remaja adalah salah satu permasalahan yang sering terjadi di ruang lingkup sekolah yang perlu diantisipasi. Salah satu tugas, pokok dan fungsi dari Bidang Intelijen Kejati DIY adalah memberikan penerangan hukum kepada masyarakat umum.  Rabu, (30/10/2019) pukul 09.00, Seksi Penerangan Hukum pada Asisten Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta kembali mengadakan sosialisasi hukum pada murid sekolah dasar atau yang sering disebut dengan Jaksa Masuk Sekolah (JMS) di Sekolah Dasar (SD) Negeri Lempuyangwangi Kota Yogyakarta. Pada kesempatan kali ini, Ibu Ninik Rahma Dwihastuti S.H.,M.H selaku Kepala Seksi Bidang Penerangan Hukum (Kasi Penkum) bertindak sebagai narasumber. Acara tersebut diikuti oleh 170 siswa-siswi kelas V dan VI beserta guru pendamping.

Sosialisasi tersebut diawali dengan  sambutan oleh guru SD  Negeri Lempunyangwangi yang menyampaikan ucapan termakasih kepada seluruh tim kejaksaan yang telah bersedia mengadakan kegiatan sosialisasi hukum kepada murid-murid Ada dua sesi materi yang disampaikan oleh ibu Ninik selaku narasumber. Sesi pertama yaitu pengenalan kejaksaan RI yang meliputi Kejaksaan Agung (Kejagung) di tingkat Nasional, Kejaksaan Tinggi (Kejati) di tingkat Provinsi dan Kejaksaan Negeri (Kejari) pada tingkat Kabupaten serta tupoksi dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) yang salah satunya yakni melakukan penuntutan terhadap kejahatan-kejahatan yang terjadi di masyarakat. Kasi Penerangan Hukum juga menjelaskan bentuk-bentuk kenakalan remaja yang meliputi tindak asusila, berbohong, mencoret-coret tembok sekolah (vandalisme) dan sebagainya. Tak lupa pula dalam penyampaian materi tersebut dipaparkan cara-cara dalam mengatasi kenakalan remaja yaitu dengan mempelajari agama sejak dini, selalu mendekatkan diri terhadap Tuhan Yang Maha Esa serta memilih teman untuk bergaul agar tidak terjerumus pada tindak kejahatan yang dapat merugikan orang lain.

Narasumber juga melakukan evaluasi dengan mengajukan pertanyaan kepada audiens yaitu siswa kelas V dan VI seputar materi yang telah disampaikan. Murid-murid juga bertanya kepada Ibu Ninik Rahma Dwihastuti, S.H., M.H diantaranya “Apa makna dari simbol Kejaksaan?”, “Apa itu Bully?”, “Bully hukumannya apa?”, “Apakah menuduh termasuk pembullyan?”, dan “Bagaimana cara mengatasi pembullyan yang sudah keterlaluan?”. Sosialisasi yang digelar di Aula SDN Lempuyangwangi ini ditutup dengan pesan dari Bu Ninik yaitu “Pintar dan cerdas tidak berarti apa-apa ketika kalian tidak punya moral”.

Komentar Untuk Berita Ini (0)